Tapa Bisu Mubeng Kraton Malam 1 Suro di Yogyakarta

Sudah menjadi salah satu tradisi di Yogyakarta, setiap malam tanggal 1 Suro atau Muharam akan diadakan sebuah kegiatan yaitu Tapa Bisu Mubeng Kraton atau jika orang jogja menyebutnya "Tapa Bisu Lampah Mubeng Benteng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat". Kegiatan ini dilakukan dengan cara berjalan sambil membisu atau diam tanpa berkata-kata yang dimulai dari Bangsal Pancaniti, Keben Keraton Yogyakarta dan berjalan Mubeng Benteng atau keliling benteng yang jaraknya sekitar 4 kilo. Lalu apakah Makna Tapa Bisu Mubeng Kraton Malam 1 Suro di Yogyakarta ini?

GBPH Prabukusumo mengatakan bahwa ritual tapa bisu mubeng beteng ini memiliki filosofi agar masyarakat mampu merenungi diri seraya memanjatkan doa kepada tuhan agar diberi keselamatan hingga tahun berikutnya. "Tapa bisu bukan berarti hanya berdiam saja, melainkan mengintrospeksi apa yang telah kita lakukan setahun yang lalu, prihatin, mawas diri," ungkap GBPH Prabukusumo. Tradisi Mubeng Benteng ini sudah ada sejak Sri Sultan HB II. Selama tirakat atau lelaku mengelilingi benteng, masyarakat dilarang berbicara, makan, minum, ataupun merokok. Sementara itu KRT Gondo Hadiningrat juga mengatakan bahwa tradisi mubeng beteng adalah sibol bakti abdi dalem dengan cara ronda mubeng Benteng, mengamankan. 

Acara ini bukan acara kraton, tetapi simbol bakti abdi Dalem dan masyarakat. Sampai saat ini tetap hajatan masyarakat. Keraton yang memfasilitasi. Acara Tapa Bisu Mubeng Kraton Malam 1 Suro di Yogyakarta ini diawali dengan pembacaan tembang macapat dan doa yang dipimpin oleh abdi dalem keraton, KRT Projo Suwasono. Kemudian tepat pukul 24.00 WIB Ribuan warga baik penduduk asli Yogyakarta, maupun pendatang beserta abdi dalem mulai menjalankan ritual budaya itu setelah dilepas oleh Adik Sultan HB X, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo.

Tradisi Tapa Bisu Mubeng Kraton Malam 1 Suro di Yogyakarta ini sendiri untuk saat ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat asli di Yogyakarta saja, namun banyak juga pendatang dari luar kota atau mereka yang sedang berada di kota Yogyakarta mengikuti tradisi tahunan ini. Tujuanya adalah untuk ikut prihatin dan instropeksi diri agar mendapat kehidupan yang lebih baik. Itulah Makna Tapa Bisu Mubeng Kraton Malam 1 Suro di Yogyakarta yang sudah rutin dilakukan setiap tahunnya.


EmoticonEmoticon