Bule Corat Coret Tugu Pal Putih Yogyakarta

Tugu Pal Putih atau yang sering disebut Tugu Jogja adalah salah satu bagunan sejarah kebanggaan warga Yogyakarta. Bangunan ini adalah simbol dari kota Yogyakarta yang juga menjadi salah satu wisata paling banyak di datangi khususnya dimalam hari. Lalu apa jadinya jika ada yang berani mengotori atau mencorat-coret Tugu Pal Putih ini? Ternyata pada hari Minggu (5/7/2015) siang kemarin ada kejadian Heboh Aksi Bule Corat Coret Tugu Pal Putih Yogyakarta (Tugu Jogja)

Bagaimana dan kenapa bule ini berani melakukan hal tersebut, sampai-sampai banyak yang menyebutnya "bule edan". Bagaimana tidak, Tugu Jogja yang bersih dan sangat dijaga ini tiba-tiba di lumuri / dicorat-coret dengan tinta berwarna merah. Tentu saja hal ini menimbulkan rasa marah warga Jogja, entah karena si bule tidak mengerti betapa pentingnya arti Tugu Pal Putih di mata masyarakat Yogyakarta atau hal lainnya.

Berikut ini adalah salah satu kronoligi yang didapatkan dari beberapa komentar di akun facebook yang berbunyi sebagai berikut: Foto ini diposting pertama kali oleh diana di akun tweeternya @panggildiana. Ceritanya ini bule lagi nyari temennya, mungkin karena bingung orang ini jadi stres, lalu untuk menarik perhatian dia mengotori Tugu Jogja dengan tinta cat warna merah. dia mengotori 4 arah Tugu Jogja di sisi utara, selatan, timur dan barat. Dan yang parah adalah sisi selatan. Ayah dr (diana) yg memposting foto ini coba untuk mengingatkan dan menyeret wanita ini agar menghentikan tindakannya tersebut. Tetapi wanita bule ini malah mengamuk dan menyiram cat tersebut ke jaket ayahnya diana. Kemudian ayahnya diana (yg mempositng foto ini) melapor ke kepolisian, akhirnya wanita bule ini dibawa ke Polsek Jetis.

Menurut Koordinator Masyarakat Advokasi Budaya (Madya), Johanes Marbun, kalau memang terbukti dia (si bule) melakukannya dalam kondisi sadar tentu saja harus diberlakukan pidana kepadanya dengan pasal 104 uu no 11 th 2010 tentang cagar budaya. "Dia bisa dihukum dengan pidana kurungan maksimal 5 tahun atau denda minimal 10 juta rupiah," ungkap Marbun. 


EmoticonEmoticon