Mary Jane Veloso

Berita gembira diterima oleh keluarga Mery Jane karena jadwal Eksekusi ditunda. Mary Jane Veloso asal Filipina ini sebelumnya dijadwalkan untuk di eksekusi mati hari Rabu (29/4). Namun ternyata jadwal tersebut ditunda untuk dilaksanakan. Mary Jane tiba di Yogyakarta dari Nusakambangan sekitar pukul 08.15 WIB dan tidak ada keluarga yang mendampinginya. Dua putra Mary Jane, yang berusia 6 dan 12 tahun itu juga berteriak gembira begitu mengetahui bahwa eksekusi terhadap ibu mereka ditunda. “Mama akan hidup” kata mereka.

Menurut keterangan yang beredar adalah bahwa penundaan eksekusi Mary Jane Veloso ini atas permintaan pemerintah Filipina, menyusul perkembangan bahwa seseorang menyerahkan diri di negara tersebut dan mengklaim Mary Jane Veloso hanya sebagai kurir narkoba. “Ada fakta-fakta dan indikasi bahwa Mary Jane adalah korban dari perdagangan manusia. Kemarin, seseorang bernama Cristina menyerahkan diri kepada polisi Filipina dan dia mengaku merekrut Mary Jane, saya ingin sampaikan bahwa ini penundaan, bukan pembatalan,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo.

Cristina menyerahkan diri ke kepolisian Cabanatuan, Filipina pada Selasa (28/04) kemarin . Dia mengaku makin banyak menerima ancaman mati ketika waktu eksekusi Mary Jane kian dekat. Kementerian Luar Negeri Filipina mengatakan Mary Jane akan menjadi penggugat dalam kasus melawan Cristina di pengadilan. Menurut Menteri Kehakiman Filipina Leila de Lima, investigasi awal kasus itu akan dimulai pada 8 dan 14 Mei yang akan datang.

Ketika sampai di LP Wirogunan, Mary Jane tampak kelelahan dan untuk memastikan kondisi kesehatannya, Mary Jane langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urin oleh dokter. Kuasa hukum Mary Jane yaitu Agus Salim menyatakan bahwa belum memutuskan langkah hukum apa yang akan ditempuh setelah eksekusi mati Mary Jane ini ditunda. Dia mengaku fokus kepada kondisi kesehatan Mary Jane dahulu dan menanti kehadiran keluarga Mary Jane ke Wirogunan.

Sepenggal Kisah Mery Jane

Pada awalnya Mary Jane diajak Cristina Sergio dari Filipina ke Kuala Lumpur Malaysia dengan janji akan diberikan sebuah pekerjaan. Namun ternyata entah kenapa Cristina justru menyuruh Mary Jane berlibur ke Yogyakarta, Indonesia. Kemudian Mary Jane dititipi sebuah koper dengan upah US$500 oleh Cristina. Namun tanpa didugu itulah awal Mery Jane mendapatkan masalah yang sangat serius ini. Sesampainya di Bandara Adisucipto Yogyakarta pada 2010 lalu, Mary Jane ditangkap dengan barang bukti heroin seberat 2,6 kilogram.


EmoticonEmoticon