Asal Usul Sejarah Becak

Anda tau becak? Pasti semua sudah tau, alat transportasi unik dengan roda 3 yang hanya muat 2 sampai 3 penumpang. Tidak hanya di Jogja, becak bisa ditemukan di kota-kota besar lain di Indonesia ini. Bentuk yang unik ini menjadi daya tarik dan rasa penasaran untuk mencoba menaikinya. Jenis becak ada beberapa macam yang biasanya setiap kota memiliki ciri khas sendiri-sendiri seperti jika di Jawa posisi pengemudi berada di bagian belakang, beda lagi jika di Sumatera posisi pengemudi biasanya berada di samping. Asal Usul Sejarah Becak yang saat ini banyak kita jumpai ternyata cukup menarik untuk diketahui. Dan ternyata Asal Usul Sejarah Becak ini berasal dari Negara Jepang.

Asal Usul Sejarah Becak ini sebenarnya juga terjadi dengan tidak disengaja. Pada jaman dahulu kala tahun 1869 di Jepang ada seorang pria Amerika bernama Goble yang menjabat pembantu di Kedutaan Besar Amerika Serikat. Waktu itu dia sedang berjalan-jalan untuk menikmati pemandangan di Kota Yokohama. Pria tersebut memiliki seorang istri yang sangat dicintainya, kemudian dia berfikir betapa indahnya jika bisa mengajak istrinya untuk ikut menikmati pemandangan itu. Namun yang terlintas difikiranya saat itu adalah bagaimana caranya agar istri yang dicintainya itu tidak lelah / capek jika harus ikut berjalan dengannya. Tentu yang dibutuhkan adalah sebuah kendaraan / alat transportasi, tapi bagaimana jika hanya butuh untuk menarik satu orang saja? Pastinya tidak perlu menggunakan seekor kuda, tapi cukup ditarik manusia saja.

Kemudian Goble mulai menggambar design kendaraan yaitu sebuah kereta kecil tanpa atap diatasnya, bentuknya sangat sederhana sekali. Dia mengirimkan gambar rancangan kereta kecil tersebut ke sahabatnya yang bernama Frank Pollay. Pollay membuatnya sesuai dengan rancangan Goble lalu membawanya ke seorang pandai besi bernama Obadiah Wheeler. Dari gambar yang telah disempurnakan itu kemudian dibuatlah bentuk nyata sebuah kereta kecil yang sederhana dan cukup hanya untuk ditarik seorang manusia saja. Orang-orang Jepang yang melihat kereta kecil itu menamakannya "Jinrikisha". "Jin" artinya "Orang", "Riki" artinya "Tenaga", dan "Sha" artinya "Kendaraan", yang kalau digabung artinya "Kendaraan Tenaga Manusia".

Tapi pada tahun 1950-an kereta yang ditarik manusia ini mulai menghilang di Jepang. Dan pada tahun 1900-an Jinrikisha akhirnya diketahui juga oleh masyarakat Tiongkok dan dalam waktu singkat dikenal sebagai kendaraan pribadi kaum bangsawan dan kendaraan umum di Tiongkok. Kendaraan ini dalam bahasa Inggris diberi nama Rickshaw, dan penariknya dinamakan Hiki. Namun mulai 1970, para aktivis kemanusiaan melarang Rickshaw beroperasi di seluruh jalan-jalan di negeri Tiongkok.

Perkembangan Becak di Indonesia
Pada tahun 1930-an becak berkembang di India dan Pakistan. Dan awal tahun 1940-an becak mulai dikenal di Singapura, Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Tetapi menurut Jawa Shimbun terbitan 20 Januari 1943 menyebut bahwa becak diperkenalkan dari Makassar ke Batavia Akhir 1930-an. Dilihat dari catatan perjalanan seorang wartawan Jepang ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Makassar. Dalam catatan berjudul “Pen to Kamera” terbitan 1937 itu disebutkan, becak ditemukan orang Jepang yang tinggal di Makassar, bernama Seiko-san yang memiliki toko sepeda. Karena penjualan seret, pemiliknya memutar otak agar tumpukan sepeda yang tak terjual bisa dikurangi. Dia membuat kendaraan roda tiga, dan terciptalah Becak. Sebenarnya nama Becak sendiri berasal dari bahasa Hokkien yaitu: Be Chia "kereta kuda".


Jinrikisha
Jinrikisha
Jinrikisha
Jinrikisha

Dan seiring perkembangan jaman yang semakin modern ini perubahan Becak juga semakin terlihat. Meskipun masih banyak kita lihat Becak yang dikayuh, namun saat ini juga banyak mulai kita jumpai becak yang sudah menggunakan mesin dan diberi nama "Becak Motor". 


EmoticonEmoticon